Jepang Gelar SpoGomi World Cup, Kompetisi Memungut Sampah Terbanyak Selama 1 Jam

“Denmark (merupakan) salah satu negara yang pengelolaan sampahnya terbaik. Ini kesempatan besar bagi Pandawara untuk bisa terus belajar tata kelola lingkungan hidup Denmark, mulai dari sungai dan pantai. Kita juga akan mengunjungi beberapa tempat daur ulang sampah dan TPA di sana,” terangnya.

Dikatakan Gilang, mereka ingin menerapkan segala ilmu yang didapatkan di Denmark nanti ke Indonesia. “Seiring berjalannya waktu, belajar dengan yang ahli,┬ástep by step┬ámengubah dari skala kecil,” ungkap Gilang.

“Kita dapat ilmu di negara orang tidak sesederhana apa yang kita pikirkan, karena kultur orangnya berbeda, kita harus sesuaikan dahulu,” tambah Gilang.

Pandawara akan studi banding selama sekitar 18 hari di Denmark. Mereka rencananya menyambangi dua kota, yakni Copenhagen dan Odense.

“Persiapan kita menimba ilmu ke sana … kita lebih ke apa saja yang nantinya bisa kita dapatkan, materi apa yang harus kita cari di sana. Seenggaknya kita menyiapkan pikiran dan mental karena pengalaman baru bagi kita mungkin ada beberapa hal yang tidak terduga. Minta doanya saja,” ungkap Ikhsan.

Sementara, Denmark telah secara aktif berupaya jadi lebih sadar lingkungan. Dikutip dari World Population Review, para peneliti di Yale University dan Columbia University berkolaborasi dengan World Economic Forum (WEF) telah mengukur kebersihan dan keramahan lingkungan di 180 negara di dunia dengan menciptakan Indeks Kinerja Lingkungan (EPI).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *